Pemberdayaan Remaja Masjid melalui Gerakan Eco Digital Youth untuk Pengelolaan Sampah Organik dan Penguatan Literasi Digital di Kecamatan Manggala, Kota Makassar

· Riset & Pengabdian

MAKASSAR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Remaja Masjid Berbasis Eco Digital melalui Workshop Pengelolaan Sampah Terpadu di Kecamatan Manggala, Kota Makassar” pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Masjid Nipa-Nipa, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta yang terdiri atas remaja masjid dan kalangan remaja secara umum. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi generasi muda dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan edukasi berbasis digital.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Zelfia, S.IP., M.M., M.Sos.I. (NIDN 0922098102) selaku ketua tim, bersama Dr. Hadawiah, S.E., M.Si. (NIDN 0307077105) sebagai anggota pertama dan Dr. Sitti Rahmawati (NIDN 0901077105) sebagai anggota kedua.

Pelaksanaan program dirancang dalam dua sesi utama. Sesi pertama berupa pelatihan pembuatan POC (Pupuk Organik Cair). Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada upaya pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan. Pelatihan tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk memahami pentingnya pemilahan sampah serta penerapan prinsip pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Sesi kedua berupa workshop Eco Digital yang berfokus pada pembuatan media kampanye lingkungan. Melalui sesi ini, peserta diarahkan untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarluaskan informasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengajak generasi muda berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain pelatihan dan workshop, kegiatan ini juga mencakup pembentukan komunitas Eco Digital Youth sebagai wadah bagi remaja untuk mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, serta melanjutkan kampanye lingkungan secara berkelanjutan. Komunitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam mengampanyekan perilaku ramah lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Melalui program PKM ini, remaja masjid tidak hanya didorong untuk berperan dalam kegiatan keagamaan dan sosial, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Manggala.

Keterlibatan remaja dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sampah memerlukan partisipasi berbagai pihak, termasuk generasi muda. Perpaduan antara keterampilan pengolahan sampah organik dan kemampuan membuat kampanye digital diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi lingkungan di tengah masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, tim PKM berharap lahir generasi muda yang peduli lingkungan, kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital, serta mampu menginisiasi gerakan pengelolaan sampah terpadu dari lingkungan masjid hingga masyarakat luas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *