Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan talkshow dengan tema Berani Berbicara, Lawan Kekerasan Seksual. Talkshow ini dilaksanakan di NAF Space, Jalan Inspeksi Pam No. 190 Makassar, Sabtu (18/5/2024).
Talkshow ini menghadirkan narasumber Prof Dr Farida Aryani M.Pd selaku Kepala UPT LBK UNM. Juga turut hadir Dr Citra Rosalyn Anwar, S.Sos, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Komunikasi & Profesi. Talkshow ini dipandu Anita, mahasiswi Ilkom UMI yang bertindak sebagai moderator.
Kaprodi Ilmu Komunikasi UMI Zelfia S.IP,MM.M.Sos.I yang hadir membuka talkshow mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya tema talkshow yang dipilih sangat menarik. Antusiasme panitia juga perlu diapresiasi.
“Prodi mengapresiasi betul final yang kreatif dan harapannya terkait lembaga yang menangani di kampus masalah kekerasan seksual belum ada. Lembaga terkait atau tempat konseling kekerasan seksual kebetulan di UMI belum ada. Jadi harapannya mahasiswa kedepannya bisa mengambil peran untuk melakukan kegiatan-kegiatan kampanye terkait kekerasan seksual,” tuturnya.
Sementara Ketua Panitia Talkshow Nur Fadilah Aolia menambahkan pelaksanaan talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kekerasan seksual, serta mendorong korban kekerasan seksual untuk berani berbicara dan mencari pertolongan.
“Kekerasan seksual adalah masalah bersama yang harus kita selesaikan bersama. Mari kita bersatu untuk melawan kekerasan seksual dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang,” tegasnya.
Sementara itu, Pemateri talkshow Prof Dr Farida Aryani menuturkan kekerasan seksual merupakan isu penting yang perlu diperhatikan. Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah yang masih sering terjadi di Indonesia. Data dari Komnas Perempuan menunjukkan bahwa terdapat 13.533 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak korban kekerasan seksual yang belum berani berbicara dan mencari pertolongan.
“Kekerasan seksual dapat terjadi pada siapa saja, dan dapat memiliki dampak yang serius bagi korban, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kekerasan seksual, serta mendorong korban kekerasan seksual untuk berani berbicara dan mencari pertolongan,” bebernya.
Instagram : @ilkomumi.official
Facebook : KomunikasiUMI
Youtube : ilmukomunikasiumi
Website : ilkom-fs.umi.ac.id
Tiktok : ilkom.umi